test

Jumat, 30 November 2012

Prepare for Community

Alohaa....

Besok 1 Desember 2012 - 20 Desember 2012 saya berangkat praktek lagi ni bloggie, untuk yang sekarang tema nya Praktek Komunitas #yangudahlamaditunggu XP ditinggal dulu gapapa ya? #eh

:p

Mau tau ga prakteknya dimana? :p

Desa BABADAN, masih jalan wonosari sih, deket malah sama kampus. Tapi tapi tapi, di desa itu rata-rata udah "wah" lah,, hmm... ilmu nya harus mateng banget nih #ICAN ! do'ain ya bloggie do'ain,, semoga dapet nilai A . Amin ya Allah

Oya, ni ta kenalin teman-teman geng saya di komunitas :p
-Dinis Silvia
-Emi Rosila
-Fitrina
-Esi Yunita
-Siti Y
-Zati A
-Rini M
-Nisa P
-Nyimas N
-Marvella

Sip deh, tapi ngomongngomong apa guna ya, saya nyebutin nama-namanya, tetep aja bloggie gatau orangnya, humf,, >.<


Hoamp ngantuk bett,, udahan dulu ya bloggie, bye bye :*

Kamis, 08 November 2012

Kuliaah

Tok tok tok,, assalamualaikum :)

Bloggie, are you okay? wanna listen my story again?? heheheheh

Saya senang bloggie, saya udah duduk di semester V, dan itu artinya, udah dekat banget dengan kelulusan ayeayeayeayeyy

Banyak perubahan pada semester ini, dari mulai kelasnya bahkan kamarnya di asrama, untuk yang sekarang, kamarnya disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa asing masing-masing,, nah ada 2 bahasa yang dipelajari di kampus saya yaitu bahasa inggris dan bahasa arab, so? saya masuk mana? bahasa inggris tentunya,, dengan peringkat Advance, tapi, saat ujian mid kemaren,, saya benarbenar gabisa ngerjain soal-soalnya, padahal itu soal bisa dibilang gampang :( nyesel banget ga belajar, nyepelein 3 halaman kertas, yang soalnya semua dari situ -_- emang nih bahasa inggris saya untuk sekarang sangat kurang, beda saat di STM dulu,, sering diasah, sekarang ngga euh -____-

#Alineabaru
Fyuh, sekarang seminggu lagi mau uas, cepet banget yah semester 5 ini, padahal baru kemaren deh ujian, tapi aku senang dengan metode pembelajarannya Mba Ami, walaupun lelah super duper lelah sampe begadang sampe ada maling -_- ya ampyun, tapi beneran kerasa banget kuliahnya #terusselamainiapaan eheheeh, dengan metode kuliah diskusi, presentasi sampe ng-blog, eh? ya,, kami buat blog yang diisi dengan materi-materi yang ditugaskan dari dosen kami, trus, saat kuliah baru kami online masing-masing dan sesi tanya jawab deh di blog itu, dan endingnya, kami dikasi soal sama dosen, yayaya,, proses pembelajaran yang unik :p

#Alineabarulagi
Pembagian dosen pembimbing untuk KTI nanti udah diumumkan,, dan saya dapet siapa?
tak terduga, pembimbing 1 saya, dosen dari luar yaitu Bapa Bondan Palestin, orangnya kocak, lucu ahahah terus pembimbing ke 2 saya dari dalam, jabatan beliau ketua prodi di kebidanan yaitu Bu Atik Istiqomah, orangnya kalem dan lembut eheheeh
Targetnyah,, Penyusunan proposal harus sudah jadi pada akhir semester 5 ini, eh waw, dan syarat mengikuti ujian KTI yaitu dengan mengikuti minimal 10 seminar proposal, waw,, ini sih bisa lah ya,, tapi gimana ni dengan bimbingan dosen dari luar, apalagi pembimbingnya super sibuk, otomatis saya harus dateng ke rumah beliau dengan buah tangan donk ya, -_- but, its my grapple, aza aza fighting :D



Oke, that's enough, dan pastinya saya punya banyak rencana setelah lulus nanti, rencana yang masi di pending selama kuliah, ohohoho,, whats that?? okeh,, saya kasi tau,,, rencananyaaa,,,

MAU BELAJAR BAHASA JEPANG LAGIIII :p

-the end-




#gubrak



Minggu, 04 November 2012

Kanashī on'nanoko

Naze watashi wa kon'nani kanashī no? 



Sotchoku ni i~tsu te, kono kokoro wa, fukai kanashimi o kanjita Dochiranode, watashi wa seichōshita ga, watashi wa kanashī itara, watashi wa machigatte ita ka sa rete imasendeshita? 

Kokoro wa uso, to watashi wa kanjiru no ka wakaranai koto ga dekimasu ka? 
Tokidoki subete no koto wa, watashi no atama o yogitta Kono mune no itami o tsukuru koto ga dekiru kage Watashi wa shōjiki ni iu koto ga dekirunaraba, watashi wa ima, watashinojinsei o nozonde inai, watashi wa kirai, watashi ga nanika o nikumu watashi wa hontōni kono mune o itama sete iru hito o nikumu Watashi wa,-girai

Nazedesu ka? 
Watashi wa hokanohito ga kanjite iru yorokobi o ajiwaitai, Watashi wa kore o iunaraba machigatta? Watashi wa, genjitende wa, watashi wa omou yo sorede nani ga machigatte iru nodeshou ka? 
Subete no hitobito wa rikai shite inai Watashi wa yoku, tandoku de kono sekai o tanken Watashi wa sugu ni, ko no subete kara nogaretai Watashi wa watashinojinsei no hontō no imi o kanjite hoshī Watashi wa shiranakatta hitobito to basho ni atta made, watashi wa, haruka ni, haruka ni, haruka ni, tōkuheikitai To watashi wa zero kara sutāto suru tsumoridesu Watashi wa tōku, tōku ni ikitakatta To watashi wa, kono kanashimi o nikumu 


Watashi wa kirai!

kirai kirai kirai !!! 

Rabu, 03 Oktober 2012

I Feel It ..

Morning guys, aku yang lagi sebel beberapa hari ini, aku yang lagi mood swing, aku yang lagi marah *bukanhiperbolatapifakta

mau bilang :

Aku memang gabisa nyembunyiin ekspresi wajah, apalagi disaat marah hingga semua orang di sekitar ku pun tau, sekuat apapun ku menyembunyikannya tetap terlihat dari raut wajah ini. Dan anehnya ketika kejadian itu terjadi aku malah menghampiri beberapa orang yang bagiku nyaman didekat mereka dan dalam sekejap mereka pun tau apa yang sedang ku alami, dalam sekejap juga tetes air terlihat, you know that's cz i'm angry - yeay that's me

Dan juga, mungkin segelintir orang ada yang menganggapku aneh, yay, jutek judes dan cuek sudah terikat di dalam tubuh ini, aku memang lebih nyaman menyendiri, bagiku keramaian itu membuat beban otak ini. Tapi jangan salah, aku juga suka keramaian yang orangorangnya nyaman bagiku - i'm strange

Atau mungkin ada yang feel bad when with me, yap ceplas ceplos yang keluar dari mulut ini tak bisa ditahan, you know? aku ga pandai basa basi dan paling gasuka basa basi - say no for it


Yeay, -Lagi Galau-

Danbo Lagi Galau


Selasa, 14 Agustus 2012

Permulaan mencapai kedewasaan

Dewasa.. Emang menjadi dewasa itu gampang, tapi berpikir dan bersikap secara dewasa itu ternyata sulit yaa.. berulang kali saya mencoba untuk mendewasakan pikiran saya ini, namun masih gagal.
Ya,, karena saya masih belum bisa menyeimbangkan antara ego dan akal. Ilmu saya pun masih sangat sangat kurang.. awalnya saya tak terlalu memikirkan hal ini, namun sejak seseorang hadir dalam kehidupan saya, saya tersentak untuk berusaha menjadi dewasa. Dia juga yang telah menginspirasi saya untuk melakukan ini.. #cielaahh



Puter-puter keliling-keliling dan membanding-bandingkan antara pengalaman saya dan orang lain .. Seseorang bisa menjadi dewasa karena beberapa faktor:
1. Asuhan didik sejak kecil
2. Lingkungan
3. Hubungan sosial
4. Teman sebaya

Coba deh, kita pikirkan.. asuhan didik sejak kecil sangat berpengaruh lho ternyata. Ini versi saya sekarang ya,

Misalnya seperti ini, seorang anak yang sejak kecil diajarkan hal-hal yang baik seperti jujur, berbagi, taat beribadah dan mengaji maka anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sholeh
Kemudian lingkungan pun sama, sangat berpengaruh. Apalagi hubungan sosial, bayangkan saja, semakin kita berinteraksi dengan orang lain, semakin kita mempelajari hal-hal baru bukan?  Karena kita akan menemukan banyak masalah disana, kita bisa mempelajari karakter tiap orang, cara berinteraksi dengan orang itu bagaimana, ya walaupun saya sendiri masih belum menguasai hal itu ehehe.. Pokoknya semakin kita berinteraksi dengan orang lain semakin kita menjadi pribadi yang lebih baik. Karena ada banyak sekali yang bisa kita pelajari dan temukan disana. Entah itu karakter, sifat, masalah etc :D
Begitu juga dengan teman sebaya, sudah pada tau mungkin ya kenapa ini sangat berpengaruh, berhubung males ngetik #jyah

Nah dibawah ini ada beberapa point dari sekian banyak point yang bisa mengukur kedewasaan seseorang #acieeh

1. Menghargai orang lain
2. Menguasai emosi
3. Akal dan hati balance
4. Bertanggung jawab
5. Peduli terhadap diri sendiri
6. Menghargai waktu
7. Mampu menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara bijak
8. Mempunyai prinsip-prinsip yang kuat
9. Taat beribadah
10. Mandiri

Oke, kita bahas satu-satu, inget.. ini versi saya ok

1. Menghargai orang lain
Orang yang dewasa dalam hidupnya adalah orang yang mampu menghargai orang lain, entah dari sudut pandang agama, budaya, latar belakang, keturunan dan kondisi apapun. Itu berarti kita tidak menghina dan merendahkan orang lain. Seberapa buruk seseorang tapi yakinlah ada satu sisi baik dari orang tersebut yang bisa kita ambil..
Coba renungi seuntai kalimat dibawah ini ...

"Jika kita bertemu dengan orang yang lebih muda dari kita, maka hendaklah berkata, Anak ini masih muda usianya, belum banyak berbuat dosa dan bermaksiat kepada Allah, sedangkan aku yang sudah lebih tua darinya tentu banyak berbuat dosa dan bermaksiat kepada Allah. Maka tiada keraguan lagi bahwa ia lebih baik daripada aku disisi Allah"

"Jika kita bertemu dengan orang yang lebih tua dari kita, maka hendaklah berkata, Orangtua ini sudah beribadah kepada Allah lebih dahulu daripada aku, maka tiada keraguan bahwa ia lebih banyak pahalanya, lebih mulia daripada aku disisi Allah."

Jadi tak ada alasan bagi kita untuk menghina orang lain, okey ... dan berbuat baiklah kepada sesama, dan menghormatinya.. alangkah indahnya  hidup ini jika kita saling melengkapi, menolong dan berbuat baik.. :)

2. Menguasai emosi
Ini sangat berpengaruh banget, seseorang yang dewasa itu mampu mengendalikan amarahnya, tidak melampiaskan begitu saja. Seseorang yang dewasa mampu menata emosi nya secara balance.
Namun ada salah satu yang bagi saya karna saya wanita, hehe.. menangis.. ini adalah bentuk emosional juga, menangis adalah ungkapan hati yang tidak tersampaikan oleh kata-kata. Jadi bagi saya wanita.. menangis bukan salah satu penilaian seseorang itu dewasa, hehe. Saya sering lampiaskan amarah saya dengan menangis, rindu dengan menangis, kesal dengan menangis, ya segala bentuk emosional yang tidak dapat saya tahan. :D

3. Akal dan hati balance
Dalam bersikap, bertutur kata dan dalam pengambilan keputusan hendaknya menggunakan akal dan hati yang seimbang.

Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh pikiran-Blaise Pascal

Ya memang hati itu harus ditata bener-bener, oia, bukan berarti menahan atau menghindari ya.. gini maksudnya ketika kita dalam keadaan rileks, coba rasakan dengan hati semua sensasi emosi yang muncul. Andai perasaan sedih yang muncul, maka lepaskanlah. Jangan ditahan, lepaskanlah dengan caramu.. biarkan hati menjerit bahkan sampai kita menangis pun tak masalah sampai kita merasa plong.. perasaan lega ini lah menandakan kita sudah ikhlas :)
Jadi bukan menahan ya,, tapi lepaskan, dan ingat lepaskan dengan cara yang baik bukan dengan kekerasan hehehe

Nah,, begitu dengan akal atau logika.. berpikirlah secara rasional.. memang hati tidak bisa berbohong,, dan hati tidak bisa menilai sesuatu itu salah atau benar, nah ini nih fungsi akal.. mempertimbangkan baik buruknya untuk menentukan apakah salah atau benar...

Jadi?
Gunakanlah akal kita untuk menata hati kita, agar bisa meluruskan perasaan yang salah atau perasaan yang tidak pada tempatnya ...

4. Bertanggung jawab
Seseorang yang dewasa mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, tidak suka menyalahkan orang lain, ia bertanggung jawab atas tindakan yang telah diperbuatnya.. bertanggung jawab atas tugasnya.. atas kewajibannya.

5. Peduli terhadap diri sendiri
Seperti dalam hadits
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadapat apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At-tahrim 66:6)

6. Menghargai waktu
Ia tak menyia-nyiakan waktu yang senggang, ia selalu disibukkan dengan hal yang bermanfaat. Baginya waktu senggang dalam kesibukan dan waktu sibuk dalam kesenggangan adalah hal yang paling nikmat.

7. Mampu menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara bijak
Nah,, dewasa itu bisa melihat masalah dari segi manapun,, ia tidak melulu mengeluh akan masalahnya, ia selalu berusaha sabar dalam setiap cobaan dan masalah yang sedang ia hadapi, ia mampu mengambil hikmah dan pelajaran dan ia mampu mengambil keputusan secara bijak artinya,, menggunakan logika dan hati yang seimbang.. tidak egois dan mementingkan diri sendiri

8. Mempunyai prinsip yang kuat
Seorang yang dewasa, mempunyai prinsip-prinsip dalam hidupnya,, dan ia tidak mudah terpengaruh akan orang lain.. ia selalu memegang prinsipnya dan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap konsisten akan prinsipnya.

9. Taat beribadah
Bagi kaum muslimin, bertambahnya usia menjadi dewasa merupakan kewajiban bagi setiap seseorang untuk taat beribadah dan menjalankan syariat islam secara sempurna. Ia tidak hanya memikirkan duniawi saja, namun ia menyiapkan bekal untuk akhirat kelak :)

10. Mandiri
Artinya itu, ia mampu memilah-milah yang baik bagi dirinya entah lingkungannya,, teman temannya etc..
ya pada intinya ia tidak bergantung pada orang lain.. tidak selalu kemana-mana harus ditemenin, atau tidak manja.. Ia bisa bergerak sendiri :D

Oke, itulah dewasa versi saya,, tapi sebenernya saya belum menguasai itu semua, hanya berbagi pendapat saja tentang kedewasaan hehe,,, #lagi dalam perjalanan menuju dewasa :p

Senin, 13 Agustus 2012

Aitakatta

Kyaaaaaaa~ what should i do now? i really miss him,, really really miss him ...  its killing me aaaaaa~ :((
How it?  Already more than a year, i haven't meet him :'(



God, please... give me a chance to meet him .. pleasseeeeee .....

Posting Ngarongidul :))

Yaaww ! Sekarang saya lagi jaga.. hmm magang maksudnya, kehidupan di BPS asyik juga ya (bagi pemiliknya) hehe.. karena biasanya di BPS itu, rame pasien pas jam 4 sore lewat.. pagi siang? nganggur dah,, dan biasanya bu bidan pemilik BPS itu pagi nya di Puskesmas, wah.. jam terbangnya tinggi nih apalagi tambah jadi dosen, itu duit ngalir terus dah... #eh 

Hehehe, bukan maksud..
Sebenernya ini lagi jagain pasien yang inpartu,, tiap sejam sekali observasi bah.... malam2 ini :-O makanya saya online biar mata ini terjaga :))
Oia, kenapa saya ambil magang? gini ndok ceritanya #eh
Libur 1 bulanan,, mo ngapain? males banget dah diem di rumah :D apalagi ini rumah di yogya.. ga asik ah.. ga ada kata mudik, nah.. sebel kan tuh,, saya lampiasin aja ambil magang,,, #serius?
Haha,,
Sebenernya.. karna saya ingin punya good skill.. berhubung praktek di BPS maren ga dapat skil apaapa #kecewaberat -___- ya saya ambil magang aja,,, lumayan buat nambah target askeb,, pokoknya ni askeb harus kelar sebelum buat KTI (Karya Tulis Ilmiah) (#-,-)9

Pokoknya pokoknya semua harus kelarrrr~ 


Hummmf, bukan niat dan bakat saya sih di kebidanan, tapi dari sini saya belajar banyaak sekali, gapapa deh.. walo sulit, dan emang udah basah ya udah basah sekalian #lho? 

Heheheh,, becanding :p

Lagi ada problem pribadi hahay, tapi kesimpulan dari problem ini, saya harus tancapin kata-kata
"Do What You Love, and Love What You Do"

Yaappp~ ngerti kan maksud dari sentence diatas =D

Tapi masih belum kebayang saya cucok ny dimana, masyarakat kah? dosen kah? klinik kah? tapiii.. ada satu yang saya tertarik,, apakah itu? jreng jreng jreng #ahrahasiadongs :p

Hehehe,, ni posting ngarongidul yaak, ga satu arah =D
Udahan dlu ah,, istirahat dlu,, sejam lagi observasi lagi (#-,-)9

Minggu, 08 Juli 2012

Praktek-praktek di BPS

Bloggie, Alhamdulillah saya kebagian praktek di BPS Siti Zubaedah, jl. Godean Km. 4.. dekat mirota kampus dan poltekkes kemenkes yogyakarta,, dan sekarang malam pertama saya di tempat ini.. besok hari pertama saya praktek. Partner saya kali ini dari bandung lagi --> Alfa Irma, ada praktikkan lain juga dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, semoga lancar deh.. Amiinn



Kamis, 05 Juli 2012

Siapkah Saya Menikah?


Memantapkan diri untuk melangkah menuju pernikahan bukanlah keputusan yang bisa diambil dalam waktu singkat. Banyak wanita salah mempersepsikan pesta pernikahan (wedding) dengan pernikahan (marriage) itu sendiri. Padahal, dalam pernikahan pasangan membuat komitmen jangka panjang yang mempunyai berbagai macam konsekuensi dan menuntut pengorbanan yang tak sedikit. Terasa menakutkan? Wajar bila kita merasa kuatir. Apalagi berdasarkan data dari Badan Urusan Peradilan Agama dan Mahkamah Agung, angka perceraian di Indonesia meningkat 70 persen antara tahun 2005 hingga 2010 (Purnama Putra, http://www.republika.co.id). Penyebab perceraian tersebut adalah ketidakharmonisan, tidak adanya tanggung jawab, dan masalah ekonomi.
Untuk bisa menghadapi konsekuensi yang timbul setelah menikah, diperlukan persiapan yang matang secara emosional dan finansial dari kedua pihak. Holman dan Bing (1997) mendefinisikan kesiapan pernikahan sebagai ‘’. . . a perceived ability of an individual to perform in marital roles, and see it as an aspect of the mate selection or relationship developmental process.’’ Sedangkan Dewi (2006) mendefinisikannya sebagai kesediaan individu untuk mempersiapkan diri membentuk ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk keluarga dan rumah tangga yang kekal yang diakui secara agama, hukum, dan masyarakat. Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kesiapan pernikahan adalah kesediaan atau kemauan individu untuk menjalankan perannya di dalam pernikahan sebagai suami dan istri yang sah secara agama, hukum, dan masyarakat.
Berikut adalah beberapa hal untuk diperhatikan dalam menjawab pertanyaan, “apakah saya sudah siap untuk menikah?”
1. Kematangan Emosional
Kematangan atau kedewasaan emosional bisa dilihat dari cara individu dalam mengatasi dan beradaptasi terhadap perubahan-perubahan dan krisis dalam hidup. Seseorang juga dikatakan dewasa bila mampu membuat dan mempertahankan hubungan personal. Di dalam pernikahan, diperlukan kedewasaan yang lebih dari itu.
Jadi, coba renungkan sejenak, apakah kamu sudah mampu untuk tenang dalam menghadapi masalah dan tidak tenggelam dalam amarah atau air mata? Bagaimana pengalamanmu dalam menghadapi perubahan besar dalam hidup? Apakah kamu dapat dengan cepat beradaptasi, atau justru defensif dan tak mau keluar dari zona nyaman? Bagaimana pola pikirmu saat dilanda krisis? Apakah kamu dengan aktif mencari solusi, atau merasa tertekan sendiri? Setelah menikah, pasangan bisa menjadi potensi dari masalah selama 24 jam dalam sehari, lho.


2. Kematangan Sosial
Suami & istri harus bekerja sama mempertahankan pernikahan
Oke, kamu dan pasangan sudah matang secara emosional. Selanjutnya apakah kalian sudah matang dalam aspek sosial? Bisa diketahui dari dua kriteria sebagai berikut
a) Kencan (proses perkenalan) yang cukup – Meskipun lama berpacaran tidak bisa dijadikan tolak ukur yang pasti untuk kesiapan, selama waktu tersebut seberapa jauh kamu sudah mengenal pasangan? Banyak pasangan selalu berusaha menampilkan sisi terbaiknya sehingga ketika menikah banyak ‘surprise’ seperti kebiasaan-kebiasaan kecil yang mengganggu dan akhirnya menimbulkan masalah. Walaupun dapat diatasi, akan lebih baik bila kamu mengetahuinya sebelum menikah.
b) Enough of single life - sebagai seorang dewasa muda, individu sudah merasakan mengeksplorasi potensi diri, mempunyai pekerjaan, dan menentukan hidup sendiri. Baru kemudian kamu dapat melangkah ke tahap berikutnya. Pastikan kamu sudah melakukan semua hal yang tidak bisa kamu lakukan jika sudah memiliki pasangan, seperti tenggelam dalam hobi, berlibur atau pulang larut karena pergi bersama teman, dan lainnya.
3. Kesehatan Emosional
Individu dikatakan sehat secara emosional bila stabil, tidak cemas, dan merasa aman (secure). Ingat, saat sudah menikah, kamu harus memikirkan pasangan selain dirimu sendiri.
4. Persiapan Peran
Kamu harus mengetahui peran sosial sebagai seorang pasangan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Hal ini bisa dilihat dari significant others (Bandura dalam Wortman, 2004) atau pencarian informasi dari literatur/ konseling. Sudahkah kamu mengecek ke pasangan mengenai harapan-harapan yang dimilikinya dalam kehidupan ber-rumah tangga? Bisakah kamu memenuhinya? Jika belum, apa yang harus dilakukan agar tercapai kompromi?
5. Kemampuan Komunikasi
We cannot not communicate. Apa pun kebutuhanmu, kini akan dirasakan oleh suami atau istrimu. Tapi tak semua orang dapat menangkap kebutuhan pasangannya, dan tak semua orang dapat menjelaskan apa yang dibutuhkannya. Jadi, daripada merajuk, apakah sekarang kamu sudah memakai pola yang lebih komunikatif saat pasanganmu tidak mengerti apa yang kamu inginkan?
6. Kemampuan Finansial
Kemampuan finansial di sini tidak terbatas dalam arti kemampuan pasangan untuk membeli rumah, mobil dan materi lainnya. Kemampuan finansial juga berarti visi dalam mengelola bersama pemasukan yang didapatkan tiap bulannya, kemampuan untuk menabung dan menahan diri untuk tidak membeli barang yang tidak dibutuhkan, dan kemampuan untuk mencari investasi masa depan. Untuk pasangan baru, kemampuan finansial juga berarti kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan uang yang masih sangat terbatas tanpa sokongan dari orangtua. Have you?

7. Kemampuan Memotivasi Pasangan
Komunikasi adalah senjata utama dalam perkawinan
Duvall dan Miller (1985) mengatakan bahwa pernikahan dapat disimbolkan oleh roller-coaster: kadang kita berada di atas (bahagia), kadang kita berada di bawah (menghadapi masalah). Karena masalah adalah hal yang sudah dapat dipastikan kedatangannya, maka pasangan harus memiliki motivasi untuk mempertahankan hubungan mereka, seperti apa pun situasinya. Jika pasangan tidak dapat saling memotivasi untuk mempertahankan hubungan, maka bukan tidak mungkin bahwa solusi pertama yang diambil saat menemui hambatan adalah memutuskan hubungan.
Coba ingat terakhir kali kamu dan pasangan bertengkar hebat. Berapa lamakah kalian dapat bertahan sebelum berpikir, “kalau begini, lebih baik putus saja, deh”?
8. Kemampuan Menerima Tekanan dari Keluarga Pasangan
Walau tidak bermaksud seperti itu, keluarga terkadang memburu-burukan suatu pasangan dalam menjalankan hidupnya. Keluarga sering kali “menekan” pasangan untuk cepat-cepat punya anak, membeli rumah, menguasai peran sebagai suami/istri, dan lain-lain. Terkadang, dilema antara mementingkan pasangan dan memenuhi “tekanan” keluarga dapat menjadi sumber pertengkaran. Kamu dan pasangan sebaiknya mulai memupuk kemampuan untuk “menolak” tekanan yang memang belum saatnya untuk dijalankan dan fokus kepada prioritas kalian berdua. Sekali-sekali, sedikit berkompromi dengan kemauan keluarga memang ada baiknya juga, tetapi pastikan kedua pasangan sudah menyetujuinya.
Bagaimana, sudah siapkah kamu menikah?

Sumber : http://ruangpsikologi.com/kesiapan_menika

Selasa, 03 Juli 2012

Deg-deg kaaaannn :-S


Alhamdulillah UAS udah beres, dan tau tidak apa yang saya rasakan? merasa lebih baik, karna cukup bisa mengerjakan soal-soalnya, walaupun ada materi yang gabisa saya kerjakan :(

Dan hari ini saya baru saja menyelesaikan ujian praktek, hasilnya? dibagian ANC dan INC saya gagal haduh, yang lulus malah bagian KB, BBL, Kespro, PNC, Patologi.. sebel deh, kalo udah tegang buyar semua :((

Tapi ambil sisi positifnya aja, ya.. saya harus lebih giat lagi belajar, ok !

Dan kini saya tinggal menyelesaikan 1 tugas saya pengganti ANC yang gagal, dan bersiap-siap untuk tes praktek lagi besok di bagian INC, mohon do'a-nya ya ... ;-)




Bisa Sedikit Tidur Nyenyak deh ...

Setelah penat dengan UAS saya ganti sprei, supaya bisa tidur dengan nyenyak :D 

                                    Jreng Jrengggggg !!



BedCover Hellokity kesayangan haha
                                      
                                                   Si Merah yang tetap setia menemani xixi



Nice Dream ~ I-)

Kamis, 28 Juni 2012

Karena Hati Kita Bersama

 

Setelah sekian lama, baru malam ini aku memimpikanmu. Saat aku terjaga, aku merindukanmu. Rasanya, semuanya baru kemarin saja kita bertemu. Aku menjadi rindu saat-saat dimana kita pernah mengukir sejarah persahabatan kita. Sejarah yang mungkin tidak akan dikenang oleh dunia. Tapi aku tetap mengenangnya. Mengenang dengan air mata.
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Kalimat ini yang selalu kamu katakan padaku. Aku bangga punya sahabat sepertimu. Kamu adalah sahabatku yang terkadang juga  menjadi motivator, guru dan konselor pribadi bagiku.
Aku baru menyadari bukan kedekatan dan keakraban yang membuat kita bersahabat tapi hanya karena kasih. Yah… Kamu mengasihiku dan aku juga mengasihimu. Hanya ada satu kata yang mampu menggambarkan persahabatan kita yaitu kasih.
Kamu itu seperti bayanganku saja. Dimana ada aku di situ juga kamu ada. Perbedaan yang kita miliki tidak dapat menjadi benteng bagi kita untuk menjadi sahabat. Kadang aku berpikir kenapa dan mengapa seorang Nicholas yang pendiam, sabar, dewasa, pintar dan rapi bisa memiliki seorang sahabat yang bernama Dewa Klasik yang childish, isengnya yang gila banget, urakan,  narsis stadium tingkat tinggi dan tempramen tinggi. Aku sendiri tidak tahu, kapan dan di mana kita pertama kali menjadi sahabat.
Mungkin persamaan yang kita miliki hanya ada dua yaitu kita sama-sama ganteng dan memiliki banyak penggemar wanita. Ha…ha…ha…ha… Bukan satu kebetulan Tuhan mempertemukan kita. Kita bisa saling mengenal dan mengisi setiap lubang-lubang kelemahan yang kita miliki dengan hal-hal yang membangun. Dulu kita sering bertiga, namun kita hanya berdua setelah Xafier meninggal dunia karena kecelakaan.
Aku masih ingat sewaktu aku bolos di jam pelajarannya Ibu Melisa yang anak-anak juluki si Mrs. Killer. Kamu ikut-ikutan bolos juga waktu itu.

“Nicho, loe ngga usah ikut-ikutan bolos kayak gua!”
Kamu menatapku dengan tajam seperti rajawali yang memantau mangsanya begitu mendengar ucapanku waktu itu.

“Loe tau ngga, kenapa gua ikutan bolos? Dalam hidup gua, baru sekali ini bolos. Dan gua ngga menyesal melakukannya,” katamu dengan penuh wibawa. Aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepala seperti anak kecil yang dimarahin orang tuanya.

“Gua takut kalau sahabat gua satu-satunya, masa depannya akan hancur!”

“Maksud loe? Gua ngga ngerti!” Aku bertanya dengan kebingungan. Aku benar-benar tidak mengerti maksud ucapanmu saat itu.

“Gua ngga pengen loe melakukan sesuatu yang bisa merusak diri loe dan masa depan loe.”

“Tapi…Gua bukan anak kecil lagi!”

“Justru karena loe merasa diri loe bukan anak kecil lagi dan udah dewasa, loe akan melakukan hal-hal bodoh dan dengan seenaknya hanya dengan alasan loe bukan anak kecil lagi. Loe harus ingat, Kalau ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut. Ingat satu hal lagi, kalau jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.”

Aku merenungkan ucapanmu. Aku berpikir dan menemukan satu kebenaran dari kalimat yang kamu sampaikan padaku. Detik berikutnya aku memberikanmu sebuah senyuman termanis yang pernah aku punya. Senyuman itu hanya untuk kamu seorang. Kamu mau bungkus senyuman itu juga ngga apa-apa kok!!! He…he…he…

“Kenapa loe mau menjadi sahabat gue?” tanyaku iseng karena tidak bahan pembicaraan lagi.

“Karena tidak ada orang yang mau menjadi sahabat loe. Makanya gua kasihan dan mau jadi sahabat loe.”
Aku langsung menonjok keras bahu kananmu.

“Auwww!!! Sakit tau. Kalo mukul, jangan yang keras-keras dong?”

“Kalo ngga keras tuh bukan mukul namanya tapi belaian.”

Spontan, kita berdua tertawa lepas.

“Alasan gue mau menjadi sahabat loe karena loe berharga bagi gue. Loe berharga hanya karena loe ada. Bukan karena apa yang loe lakukan atau apa yang telah loe lakukan tapi hanya karena diri loe sendiri apa adanya. Loe harus tau kalo loe adalah ciptaan Tuhan yang unik dan loe di ciptakan dengan sebuah tujuan.”

Sampai hari ini aku tidak tahu dari mana kamu yang masih 16 tahun menemukan kalimat itu. Tapi aku yakin itu lahir dari hati kamu yang paling dalam. Aku rindu mendengar suaramu dan mendengar setiap kata-katamu yang selalu menguatkanku. Aku tahu… Aku tidak akan pernah bisa mendengar suaramu yang berwibawa dan senyuman tipismu yang penuh ketenangan dan kedamaian. Tapi aku bisa merasakan kalau kamu selalu hadir dalam setiap kerinduanku. Kayak film India aja! He…he…he.. Aku yakin sebuah persahabatan tidak di batasi oleh ruang dan waktu.
Dengan air mata yang terus mengalir aku memandangmu. Aku memegang tanganmu karena aku takut kamu pergi meninggalkanku. Inilah pertama kalinya aku merasakan ketakutan ketika berada di sisimu. Aku benar-benar seperti anak kecil yang takut di tinggalkan ibunya.

“Kenapa loe menangis?” kamu bertanya dengan lemah. Kamu berusaha mengumpulkan semua kekuatan yang kamu punya waktu itu hanya untuk berbicara denganku.
“Gua takut…”

Dengan cepat kamu memotong kalimatku. “Loe ngga usah takut. Ingat, keberanian adalah ketakutan yang telah mengucapkan doanya.”
Aku hanya bisa membayangkan saat itu, bagaimana harus menyambut sang fajar bila tidak melihat bola matamu yang lucu seperti boneka. Bukan cuma itu, siapa yang akan mentraktirku kalau aku lagi tidak punya uang? Ha…ha…ha…

“Ketika semua harapan pergi dan impian hilang bersama dengan hati loe yang kosong, loe harus ingat Tuhan akan berbicara melalui kesunyian bahwa “kamu tidak sendirian”. Ejekan hidup akan selalu ada. Sahabat terbaik loe menanti di dekat loe kalo saja loe butuh pertolongan. Itu bukan gue tapi Dia adalah Yang Maha Hadir. Dewa… Gua mau besok loe mengambil surat yang gua titip di nyokap gua.” Katamu lemah lalu tersenyum tipis. Detik berikutnya senyumanmu menghilang bersama dengan pejaman matamu.

“Nicholas!!!!!” Aku berteriak keras saat menyadari kamu sudah pergi selama-lamanya karena leukemia yang bersarang di tubuhmu.
“Loe ngga boleh pergi. Besok gue ulang tahun. Gue kan udah janji potongan pertama kue ulang tahun gue buat loe.”
Tidak ada yang bisa membendung isakan air mata dan teriakan histerisku. Hanya yang pernah mengalami kehilangan orang terdekat yang bisa memahami dan mengerti rasa “hilang” itu. Sampai hari ini, aku masih merasa kehilanganmu, sahabat.

Aku masih ingat satu kejadian di lapangan basket sekolah.
 
Kamu bergegas menghampiri aku yang sibuk men-drible bola sendirian di hall basket.

“Dewa…Loe naksir Clarisa kan?” kamu bertanya setelah mendekatiku.

“Clarisa siapa?”
“Clarissa Tanoesoedibjo”

“Loe tau dari mana? Ngaco loe…”

“Mau tau aja. Pokoknya Ada deh!”

“Ha…ha…ha… Sembarangan aja loe. Jangan bikin gosip. Ntar fans-fans gua pada kabur semua.”
Kamu langsung cengar-cengir lalu merampas bola basket dari tanganku lalu kamu mendriblenya.
“Gua ngga marah kok kalau loe jujur dan mau ngaku. Menurut gua tuh anak emang cakep. Pantas aja di jadi kembang sekolah. Ha…ha… ha… Udah gitu gaul, baik dan  bertalenta lagi.  Satu lagi, dia suka nulis kayak loe tuh. Kayaknya dia cocok buat loe.”
Aku hanya diam.
“Loe mau ngga jadian ama Clarissa?” kamu bertanya degan tegas.
“Jadian? Yang benar aja! Loe jangan asal ngomong! Dia mah hanya sekadar teman sekelas aja.”
“Hei… Loe napa sih? Kok loe ngga mau jadian ama Clarissa. Tenang aja, gua bisa comblangin loe ama dia.”
“Nicho! Gua kenal loe bukan kemaren. Kita udah saling kenal sejak TK. Gua tau kalo loe juga naksir Clarissa kan?”
Kedua bola matamu menatapku dengan pandangan yang penuh keheranan dan takjub.
Bel sekolah berbunyi dan membuat anak-anak yang berada di hall basket segera membubarkan diri.

“Gua emang naksir dia sejak lama tapi gua akan mengalah buat loe.”
“Ngga! Biar gua yang ngalah!” Ucapmu.
“Yang benar aja loe?!! Kalo gitu kita tetap jomblo aja. Adilkan? Loe rugi, gue juga. Loe jomblo, gue juga.” Kataku mencoba memberi solusi.
“Ngga mau. Pokoknya, loe harus jadian ama Clarissa karena dia suka ama loe juga.”
Aku menatapmu. “Tapi…Bagaimana dengan loe?”
“Ngga usah dipikirin. Ntar gua ketemu juga ama bidadari yang lebih cantik di Surga!”
“Emang loe beli tangga berapa banyak buat ketemu bidadari loe di Surga sana?”
“Ha…ha…ha…”
Setelah itu aku langsung beranjak untuk meninggalkan lapangan basket tapi dengan cepat seperti kilat kamu mengacak rambut jabrikku lalu berlari kencang. Mendapatkan perlakuan seperti itu aku langsung mengejarmu sampai masuk ke dalam kelas.
“Ingat, nanti kalo gua jadian ama Clarissa bukan berarti dia pacar loe juga,” bisikku di kupingmu dengan ngos-ngosan saat duduk dibangku kelas.

Aku berdiri terpaku di tengah-tengah kamarmu. Tidak ada yang berubah. Semuanya masih seperti yang dulu. Tdak terasa sudah 8 tahun kamu di Surga. Sementara aku disini melewati jalan kehidupan yang  panjang dan penuh dengan onak dan duri.
Aku sering bertanya, “di manakah letaknya Surga itu?” Aku ingin mengunjungimu di sana untuk melepaskan rasa rindu dan mendengar suaramu dan Xavier.
Nicholas… Belum ada yang bisa menggantikan posisimu dan Xavier sebagai sahabat dalam hidup ku selain Tuhan tentunya. Hari ini aku baru sempat datang ke kamarmu untuk mengambil kado ULTAH yang sudah kamu siapkan jauh-jauh hari sebelum kepergianmu. 
Pandanganku tertuju kamar mandi yang ada di sudut kamarmu. Ada satu memori yang tersimpan rapi di pikiranku.
“Dewa…Ngapain sih loe di dalam lama-lama?”
“Mandilah!”
“Kok lama banget! Buruan…”
“Sabar dikit kenapa sih?”
“Gua sih bisa sabar tapi nih perut ngga mau kompromi. Barengan aja ya? Gua udah ngga tahan nih!”
“Ngga mau!”
“Bukannnya waktu kecil kita sering mandi bareng?”
“Itu dulu. Sekarang ngga!!!!”
Dalam hitungan detik aku langsung keluar hanya dengan handuk. Dengan buru-buru aku bergegas menjauh dan kamu pun langsung masuk.
“DEWA!!!!!”
“Gua ngga tuli kali. Ngga usah pake teriak.”
“Loe habis BAB, kenapa ngga di siram?”
“Loh, bukannya loe nyuruh gue buru-buru. Saking buru-burunya, gua lupa! Di siramin aja. Anggap aja itu kayak punya loe. Ha…ha…ha…”
“Arrrghhhhhh…..”
Aku menghampiri meja belajar mu dan melakukan hal yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku mengambil sebuah amplop berwarna biru muda yang bertulikan “ULTAH KE 24?.
Aku tidak pernah berhenti berpikir untuk apa kamu menulis surat yang begitu banyak untukku? Ada yang harus aku baca saat menikah, saat putus dari pacar, saat putus asa, saat menjadi seorang suami termasuk untuk setiap ulang tahunku.
Aku membuka amplop yang sudah ada di genggaman tanganku dan membaca isinya.

To : My best friend….
Happy birthday to you!!!
Loe udah 24 tahun ya sekarang! Ingat loe bukan anak kecil lagi. Loe adalah pria yang beranjak dewasa. Gua harap loe bisa menjadi pria yang dewasa dan matang. Pria yang terus menuju kepada  arah kesempurnaan meski manusia tidak ada yang sempurna. Oh…ya, Gua punya kado buat loe. Loe bisa mengambilnya di lemari biru samping lemari baju gua. Ambil yang bertuliskan “ULTAH KE 24?. Hanya itu yang bisa gua berikan buat loe. Gua yakin kado itu akan ada banyak manfaatnya. Yang pasti isinya bukan majalah playboy. Ha…Ha…Ha… Oh, ya… Selanjutnya pake kamu dan aku aja ya…. Biar enak bacanya…
Dewa…
Sadarilah bahwa hidup penuh dengan kejutan – kejutan, namun banyak diantaranya begitu menyenangkan. Jika kamu menghindarinya terus menerus, kamu akan kehilangan separuh dari kegembiraannya. Harapkanlah kejutan – kejutan itu dengan penuh gairah.
Ketika kamu bertemu tantangan – tantangan, sambutlah dengan suka cita. Mereka akan membuatmu lebih bijak, lebih kuat dan lebih mampu daripada sebelumnya. Saat kamu membuat kesalahan, bersyukurlah akan pelajaran yang diajarkannya. Pahamilah pelajaran – pelajarannya dan gunakan untuk membantumu meraih impian – impian hidupmu.
Dan.. selalu patuhilah hukum – hukum Tuhan. Saat kamu mengikuti hukum – hukumNya, hidupmu akan bertumbuh. Jika kamu pikir bisa mendapatkan lebih dengan melanggar hukum – hukumNya, kamu hanya membodohi dirimu sendiri.
Yang tak kalah pentingnya adalah membuat keputusan secara jelas dan pasti akan apa yang sesungguhnya benar – benar kamu inginkan dalam hidup ini. Selanjutnya biarkan pikiran dan perasaanmu fokus padanya dan lakukan usaha untuk mempersiapkan dirimu supaya layak menerimanya.
Namun bersiaplah juga untuk mengakhiri suatu masa dalam kehidupanmu untuk memasuki sebuah masa yang baru. Seperti halnya kamu tumbuh seiring waktu, kamu akan membutuhkan sepatu dengan ukuran yang lebih besar. Oleh karena itu persiapkan dirimu untuk sebuah akhir sebaik persiapanmu untuk menyongsong sebuah awal yang menantang.
Dewa….
Kadang kala kita juga harus berani berjalan dari suatu keadaan yang tidak asing menuju ke wilayah – wilayah yang asing dalam hidupmu. Hidup tidak hanya tentang mencapai sebuah puncak saja. Sebagian darinya adalah tentang bergerak dari satu puncak ke puncak berikutnya. Jika kamu terlalu lama beristirahat, maka kamu akan tergoda untuk berhenti dan keluar dari permainan. Tinggalkan masa lalu di masa lalu, Dakilah gunung berikutnya dan nikmati pemandangannya.
Ketika sebuah kemarahan, dendam, keyakinan, atau sikap menjadi berat, ringankanlah bebanmu. Buang semua hal yang membuatmu emosimu dan spiritualmu terpuruk. Buang semua sikap yang menyakitkan yang memperlambat jalanmu dan membuang – buang energimu.
Ingatlah bahwa keputusan – keputusanmu akan mengakibatkan kesuksesan – kesuksesanmu atau kegagalan – kegagalanmu. Oleh karena itu pertimbangkanlah diantara jalan – jalan yang ada di depanmu dan putuskan jalan mana yang akan kau tempuh. Kemudian percayalah pada dirimu, bangkitlah dan melangkahlah.
Jangan lupa untuk berhenti sejenak. Itu akan memberimu kesempatan untuk memperbarui komitmentmu terhadap impian – impianmu dan memperbaiki persepsimu terhadap hal – hal yang terbaik bagi dirimu.
Yang paling penting dari semua itu, pantang menyerah. Seorang yang akhirnya menjadi pemenang adalah seorang yang memutuskan untuk menang. Berikan dalam kehidupanmu apa yang terbaik yang kamu bisa dan kehidupan akan memberikan kembali hal yang terbaik padamu.
Sahabatmu….
Nicholas.
Selesai membaca surat tersebut aku langsung mencari kado yang telah kamu sediakan buatku. Dengan perlahan aku membuka bungkusannya dan menemukan sebuah buku berjudul “Love Sucks” yang telah ditandatangani langsung oleh pengarangnya, @BudiyantoParma dan koleksi foto kita bertiga bersama Xafier.
Aku terharu mendapatkan kado darimu. Aku akan menulis kisah-kisah tentang persahabatan kita, antara aku, kamu dan Xafier pada dunia. Biar dunia tahu kita pernah bersahabat sampai maut menjemput. Meski persahabatan kita berakhir dengan air mata duka.

Sahabat, ya.. sungguh beruntung bagi teman-teman semua yang mempunyai sahabat, jagalah mereka, karena mereka sungguh berharga. Jangan sampai kalian merasakan apa yang saya rasakan, menyesal, ya.. menyesal karena telah membuat sahabat saya jauh dari saya, mungkin karena saya kurang bisa menjaganya, atau dunia yang memisahkan saya dan dia?
Terkadang saya berpikir, mencari sahabat itu mudah namun mempertahankannya itu yang sulit, apa benar? Mempertahankan kedekatan dengan seseorang itu sulit?
Saya mempunyai sahabat yang karakternya bertolak-belakang dengan saya, dia cerewet saya pendiam, dia suka senang-senang saya suka serius, layaknya otak kiri dan kanan hehe.. namun kini saya jarang bersamanya, entahlah.. namun saya bisa merasakan hatinya masih disini… selalu disini..
kalau boleh bilang…
                                                      “Hey ! aku kangen kita yang dulu !

Sayapun punya sahabat yang sifatnya simbiosis-mutualisme, apalah itu… saya menganggap kalian SAMA.. SAHABAT…

Karena kamu sobat, aku mengerti arti persahabatan dan ini membuat aku sedikit lebih dewasa. Aku menyayangimu,, ya selalu menyayangimu, bagiku tak menjadi masalah kita selalu bersama atau tidak, karena hati kita dekat. Kapanpun kau butuh, aku selalu ada… 

UNTUK ANDA YANG SERING BERMASALAH DENGAN IBU

 

Lagi-lagi harus berkonfrontasi dengan Ibu. Salah satu hal pergulatan batin terpahit dalam hati, bukan karena masalah yang harus dipecahkan, tapi karena sosok yang tak bisa ditentang ini. Bagaimana bisa berkomunikasi yang lugas dan jujur dengan sosok yang memegang ‘kekuasaan’ tertinggi? Semua perkataan harus dijaga agar hatinya tidak terluka, agar sebongkah rasa bersalah tidak tumbuh dan tumbuh seperti tumor di jiwamu.
Begitulah, kali ini masalahnya sepele saja, tapi Ibu merasa ada perkataan yang sangat menyinggung hatinya ketika masalah itu dibahas. Masalah teknis pun menjadi masalah hati dan Ibu memutuskan tidak mau lagi berbicara dengan anak perempuannya.  Oh, ayolaaah… masih banyak urusan yang harus ditangani segera dan menyangkut banyak penghidupan orang lain! Dan perseteruan itu berlangsung berbulan-bulan lamanya.
Sebenarnya aksi perdamaian sudah dilakukan sebagai bentuk pernyataan siapa yang lebih dewasa dari siapa, tapi sosok yang ‘berkuasa’ tidak menyerah demikian mudah. Bahkan mungkin semakin sakit hatinya karena peperangan yang dikobarkan tidak separah yang seharusnya terjadi. Beginilah pikiran seorang anak. Untuk orang yang sering bermasalah dengan ibunya, pikiran seperti ini berseliweran sesering para remaja mencek laman jejaring sosial mereka.

Tetesan air di sebuah batu lama-lama akan melubangi batu tersebut, begitu pula usaha perdamaian yang tidak pernah dihentikan secara sepihak dalam kasus ini. Akhirnya tiba juga saat yang sudah letih diharapkan, Ibu menyapa dan membuka percakapan. Perbaikan hubungan ini menggembirakan, tapi setiap kali hendak bersikap ‘seperti dulu dan sehangat ketika tidak ada konflik’ ada keraguan, takut ditolak dan curiga jangan-jangan perseteruan yang mulai mencair ini punya syarat ini-itu atau batasan itu dan ini.

Apa yang terjadi berikutnya, menjadi kunci jawaban untuk hubungan ibu dan anak yang sama-sama cadas ini. Di tengah pikiran yang sibuk dengan kecurigaan, terselip pertanyaan bagaimana Ibu yang demikian keras bisa meluluhkan harga dirinya dengan kembali bersikap hangat seakan tidak ada apa-apa? Bahkan Ibu bersikap sangat baik sebagaimana dirinya ketika tidak ada konflik dengan anak perempuannya. Kecurigaan si anak menjadi jawaban itu sendiri.

Anak mungkin tidak memulai masalah, dengan kata lain, oke.. memang Ibu yang menjengkelkan dan menyebabkan masalah. Mudah saja bagi anak untuk melupakan masalah itu dan bersikap seakan tidak ada apa-apa, tapi ada saat-saat tertentu ketika masalah itu kembali muncul di ingatan dan perasaan jengkel yang sama masih ada.
Ibu mungkin memang menjengkelkan, tapi selalu tulus dan total meluluhkan hatinya. Ketika beliau tersenyum dan memeluk anaknya kembali, segala masalah yang menyakiti hatinya itu hilang. Walaupun ada sedikit ketakutan akan ditolak dan tidak dimaafkan oleh anaknya, tapi Ibu selalu lebih berani untuk mengungkapkan cinta daripada seorang anak pada ibunya. Ketika anak merasa cintanya akan aman dengan melupakan masalah, Ibu tidak hanya melupakan, tapi menghilangkan seluruhnya.
” Ketika anak merasa cintanya akan aman dengan melupakan masalah, Ibu tidak hanya melupakan, tapi menghilangkan seluruhnya.”


Saya menyadari, entah sudah berapa kata yang saya lontarkan telah menancap hati ibu saya. Teringat akan tahun lalu, ketika saya pulang ke Bandung, saat itu saya sedang asyik di depan komputer dengan hati tak karuan, tiba-tiba ibu saya menghampiri dan mengucapkan beberapa kata, namun saya malah menggerutu dengan kata-kata yang tak pantas untuk diucapkan. Kemudian saya sadar dan sangat menyesal, ingin sekali mengucapkan kata ‘Maaf’ namun entah kenapa pada saat itu rasanya berat sekali. Saya hanya bisa terdiam dan menunduk.

Maafkan aku ibu…

Selasa, 05 Juni 2012

Ya Allah, aku :'(

Lagi sedih nih :( rasanya hati ini ga karuan, ke kamar mandi bawaannya nangis .. pikiran gabisa dikonsentrasikan .. astaghfirullah hal Adzim

Mungkin ini semua gara-gara belakangan ini saya jarang baca Al-qur'an ya? hingga banyak sekali godaan dan bisikan syaithan ini ya Allah...

Ya Allah, bangunkan hambaMu di pertigaan terakhir malam ini yaaa,, ada banyak sekali yang hamba ingin ceritakan kepadaMu,, maafin hambaMu ini yang selalu terlena akan waktu hingga telah membuat hamba lupa kepadaMu :'(

Jumat, 06 April 2012

Kena Miura Fever XD

Lagi marak-maraknya pada suka korea, bahkan sampai indonesia pun bermunculan boyband or girlband yang kekoreaan . euh --"
Tapi justru saya malah kena 'miura fever' alias nge-fans banget banget dah sama miura haruma, artis dari jepang.

Udah lama sih ng-fansnya tapi sekarang makin gilaaak aaaa~ . Awalnya suka dari drama "kimi no todoke" dan baru-baru ini nonton drama yang nge-hits banget pada tahun 2008 "blooday monday" thumbs up dah buat drama   yang ini bener-bener kereenn, bukan sembarang drama lho, dijamin ga akan nyesel kalo kalian nonton XD. Ah tambah deh gilaaak~

Nih saya kasih biodata lengkapnya miu-chan hoho ^0^
Name (Romaji) : Miura Haruma
Profesi : Aktor dan Penyanyi
Birthday : 5 April 1990
Bintang : Aries
Golongan Darah : AB
Bakat : AMUSE ((http://www.amuse.co.jp/artist/haruma_miura/profile.html)
Tinggi : 178 cm
   



Miura adalah seorang aktor, model iklan sekaligus penyanyi. Miura adalah salah satu aktor muda berbakat. Mira memulai debutnya sebagai aktor di usia 7 tahun lewat drama Agri, garapan NHK. Miura yang tergabung dalam rumah produksi Tsukuba Actor's Studio, membentuk sebuah boyband bernama Brash Brats, namun karena Tsukuba Actor's Studio mengalami kesulitan keuangan sehingga harus tutup. Miura memutuskan untuk melanjutkan kariernya di dunia acting dan bergabung dengan agen pencari bakat Amuse (disinilah awal mula Miura bertemu sahabatnya Sato Takeru).


Kawaaiiiii desu ne!!